Thursday, August 28, 2025

LGPB Gelar Pembekalan Leadership Berwawasan Kebangsaan Bagi Kepala Sekolah dan Guru

LGPB Gelar Pembekalan Leadership Berwawasan Kebangsaan Bagi Kepala Sekolah dan Guru

LGPB Menggelar Pembekalan Leadership Berwawasan Kebangsaan Bagi Kepala Sekolah dan Guru


Jabarexpose.id - Depok | Lembaga Generasi Penerus Bangsa (LGPB) menggelar Pembekalan Leadership Berwawasan Kebangsaan Bagi Kepala Sekolah dan Guru yang dilaksanakan pada hari Kamis, 28 agustus 2025 di Gedung Resto Castle, Jalan Rangkapan Jaya, Sawangan Kota Depok.


Dalam kegiatan tersebut dihadiri  Mayor Jenderal TNI Dr Joseph Robet Giri, S.IP M.Hi, M.Han, dan perwakilan Kesbangpol Depok, wibisono serta dari Disdik Depok Tati yang turut memberi sambutan kepada para peserta pembekalan sangat antusias.


Ketum LGPB mengungkapkan dirinya  terus berusaha mentransformasi nilai-nilai kebangsaan yang sangat diperlukan, sebab dengan pembekalan leadership berwawasan kebangsaan yang diselenggarakan sangat tepat untuk dimulai dari sejak saat ini," terangnya, Kamis (28/8/2025).


Menurutnya, dengan pembekalan leadership ini pemimpin akan menjadi berkarakter dan berintegritas.


Sementara itu, Mayor Jenderal TNI Joseph Robert Giri sangat mengapresiasi dari semangat dorongan untuk lebih memahami dari materi yang disampaikannya kepada para kepala sekolah dan guru.


Selain itu, Pengembangan transformasi nilai-nilai kebangsaan di Kota Depok pun turut merasa senang dengan kegiatan yang diselenggarakan, karena tentang integritas yang sangat penting untuk karakter pemimpin yang memiliki leadership yang berwawasan kebangsaan," imbuhnya.

JTK Laporkan PTMSI Karawang, Dugaan Klaim Sepihak Masuki Tahap Pemeriksaan Saksi

JTK Laporkan PTMSI Karawang, Dugaan Klaim Sepihak Masuki Tahap Pemeriksaan Saksi


Foto : Ketua JTK Karawang, Rudi Setiawan didampingi Kuasa Hukumnya Alex Safri Winando.

Jabarexpose.id - Karawang |
Perkembangan kasus dugaan klaim sepihak program kerja oleh pengurus Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Karawang periode 2021–2025 yang dilaporkan oleh Jurnalis Televisi Karawang (JTK) terus bergulir. 

Kini, kasus yang dilaporkan ke Polres Karawang itu telah memasuki tahap pemeriksaan saksi-saksi.

Beberapa saksi telah dipanggil oleh penyidik untuk memberikan keterangan terkait dugaan penggunaan tanpa izin atas program milik JTK dan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Karawang. 

Dugaan ini mencuat saat laporan pertanggungjawaban Ketua PTMSI Karawang disampaikan dalam Musyawarah Cabang (Muscab) ke-3 yang digelar belum lama ini.

Kuasa hukum JTK, Alek Safri Winando, menyampaikan bahwa pihaknya juga telah mengirim surat resmi kepada KONI Karawang agar menunda proses pelantikan ketua PTMSI Karawang terpilih hasil Muscab tersebut.

“Klien kami, Rudi Setiawan selaku Ketua JTK, telah resmi melaporkan kasus ini ke Polres Karawang pada awal Agustus 2025. Dugaan utama adalah adanya klaim sepihak terhadap program milik JTK dan IJTI Karawang oleh pengurus PTMSI,” jelas Alek dalam keterangan pers, Kamis (28/8/2025).

Lebih lanjut, Alek menyoroti adanya indikasi ketidaksesuaian legalitas dari sejumlah klub atau Persatuan Tenis Meja (PTM) yang menjadi peserta Muscab III tersebut.

“Kami menduga ada kejanggalan dalam struktur keanggotaan yang ikut serta dalam Muscab. Legalitas peserta perlu ditinjau ulang agar hasil pemilihan ketua tidak cacat hukum,”tegasnya.

Berdasarkan temuan tersebut, JTK melalui kuasa hukumnya mendesak agar KONI Karawang tidak gegabah dalam mengesahkan hasil Muscab dan melantik Ketua PTMSI periode 2025–2029.

“Kami meminta agar pelantikan ditunda hingga ada kejelasan hukum dari proses yang tengah berjalan di Polres Karawang. Ini penting demi menjaga integritas organisasi dan keadilan bagi semua pihak,”imbuh Alek.

Di tempat yang sama, Ketua JTK, Rudi Setiawan, menyatakan pihaknya menyerahkan sepenuhnya proses hukum ini kepada kuasa hukumnya.

"Kami percaya kepada proses hukum. Harapan kami, kasus ini segera mendapatkan titik terang dan keadilan bisa ditegakkan,”pungkas Rudi.


• NP 
Kisruh Pokir DPRD Karawang Disorot, Ketua KAI : "Pengawasan Lemah, Aspirasi Masyarakat Harus Terealisasi"

Kisruh Pokir DPRD Karawang Disorot, Ketua KAI : "Pengawasan Lemah, Aspirasi Masyarakat Harus Terealisasi"


Foto : Ketua KAI Karawang, Nana Kustara, SH., MH 

Jabarexpose.id - Karawang | Ketua Kongres Advokat Indonesia (KAI) DPC Kabupaten Karawang, Nana Kustara, SH., MH., angkat bicara terkait polemik pokok pikiran (Pokir) Anggota DPRD Karawang. Ia menilai kisruh tersebut seharusnya tidak perlu terjadi jika komunikasi antara eksekutif, legislatif, dan mantan anggota DPRD berjalan dengan baik.

“Ini sepertinya ada komunikasi yang belum tuntas. Kalau saja komunikasinya berjalan dengan baik, tidak akan jadi kisruh seperti sekarang ini,” ujar Nana, Rabu (27/8/2025).

Nana menduga polemik Pokir muncul karena adanya perubahan anggaran yang tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang sudah diputuskan. Padahal, menurutnya, mantan anggota DPRD juga membawa aspirasi masyarakat yang sudah masuk dalam APBD.

“Mantan anggota DPRD yang kini sudah tidak menjabat juga membawa aspirasi dari masyarakat. Apabila aspirasi itu kemudian hilang, maka masyarakat akan bertanya-tanya,” tegasnya.

Lebih lanjut, Nana mempertanyakan kinerja anggota DPRD Karawang yang saat ini menjabat, terutama dalam fungsi pengawasan dan anggaran.

“Anggota DPRD punya tugas dan fungsi pengawasan. Jika mereka tidak tahu ada perubahan, maka dipertanyakan kinerjanya,” ucap Nana.

Nana juga meminta Ketua DPRD Karawang, H. Endang Sodikin, S.Pd.I., SH., MH., untuk segera merespons permintaan dari mantan anggota DPRD agar polemik tidak terus berlarut.

“Ketua DPRD Karawang harus segera mengambil tindakan agar kisruh Pokir tidak terus berlanjut,” katanya.

Ia menegaskan, jika permasalahan ini tidak segera diselesaikan, maka akan menimbulkan citra buruk bagi DPRD di mata masyarakat.

“Jika kisruh terus berlanjut, masyarakat akan menilai bahwa anggota DPRD hanya ribut, boro-boro ngurus masyarakat, malu dong ribut soal pokir” pungkasnya.


• Red

Wednesday, August 27, 2025

Belajar Tak Hanya di Kelas, Inovasi SMPN Satu Atap Karangsembung Satukan Teori dan Praktik

Belajar Tak Hanya di Kelas, Inovasi SMPN Satu Atap Karangsembung Satukan Teori dan Praktik


Foto : Kepala SMPN Satu Atap Karangsembung kabupaten Cirebon.

Jabarexpose.id – Cirebon | Pendidikan masa kini menuntut lebih dari sekadar penguasaan materi pelajaran. Hal inilah yang mendorong SMP Negeri Satu Atap Karangsembung, Kabupaten Cirebon, mengembangkan strategi integrasi kegiatan kokurikuler ke dalam proses pembelajaran intrakurikuler di sekolah. 

Pendekatan ini menjadi langkah inovatif dalam menciptakan pengalaman belajar yang utuh, relevan, dan berkelanjutan bagi siswa.

Kepala Sekolah SMPN Satu Atap Karangsembung, Udin Ihsanudin, S.Pd., menegaskan bahwa kegiatan kokurikuler bukan hanya pelengkap, melainkan bagian yang menyatu dengan pembelajaran. 

“Kegiatan kokurikuler bukan sekadar tambahan, melainkan bagian yang melekat pada proses pembelajaran. Dengan integrasi ini, siswa tidak hanya belajar memahami teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan nyata,” jelasnya.

Praktik Nyata Integrasi di Sekolah

Beberapa bentuk kegiatan kokurikuler yang telah diimplementasikan secara rutin di SMPN Satu Atap Karangsembung antara lain:

1. Literasi Kontekstual
   Siswa diajak membaca buku bersama di perpustakaan dan membuat ringkasan yang kemudian dibahas dalam diskusi kelas.

2. Proyek Kolaboratif
   Kegiatan berbasis proyek antar mata pelajaran, seperti membuat poster ekosistem yang menggabungkan konsep dari pelajaran IPA dan seni budaya.

3. Publikasi Karya Siswa
   Tulisan-tulisan siswa dipublikasikan di majalah dinding dan media sosial sekolah sebagai bentuk apresiasi dan motivasi.

4. Refleksi Harian
   Di akhir pelajaran, siswa menulis catatan refleksi yang digunakan sebagai bahan evaluasi pembelajaran berikutnya.

“Dengan pola ini, siswa terlatih untuk bertanggung jawab terhadap proses belajarnya, terbiasa berpikir kritis, dan mampu mengekspresikan gagasan secara lisan maupun tertulis,” tambah Udin.

Menghubungkan Teori dan Praktik

Menurut Udin, integrasi ini dilakukan secara lintas mata pelajaran. Misalnya, dalam pelajaran Bahasa Indonesia, siswa tidak hanya belajar menulis deskripsi dan narasi, tapi juga diperkuat dengan aktivitas literasi yang bermakna di perpustakaan. 

Dalam pelajaran IPA, siswa melakukan observasi lingkungan sekitar untuk memahami konsep ekosistem, yang kemudian dituangkan dalam bentuk artikel ilmiah sederhana.

“Setiap mata pelajaran diarahkan untuk menumbuhkan kemampuan berpikir kritis, kolaboratif, dan kreatif. Ini membuat siswa merasakan bahwa apa yang mereka pelajari di kelas benar-benar relevan dengan kehidupan sehari-hari,” jelasnya.

Karakter dan Keterampilan Abad 21

Udin Ihsanudin juga menegaskan bahwa pendidikan tidak lagi sekadar transfer pengetahuan, tapi harus membentuk karakter serta keterampilan abad ke-21. 

“Saya meyakini bahwa pendidikan adalah proses menyeluruh untuk membentuk manusia seutuhnya – cerdas secara intelektual, kuat secara karakter, dan siap menghadapi tantangan zaman,” ungkapnya.

Langkah Strategis untuk Pendidikan Berkualitas

Dengan semangat tersebut, SMPN Satu Atap Karangsembung terus mengembangkan pembelajaran bermakna melalui sinergi antara pembelajaran di kelas dan kegiatan kokurikuler. 

Strategi ini diyakini menjadi cara efektif untuk mencetak siswa yang unggul secara akademik, berkarakter, dan memiliki keterampilan hidup.

“Harapan saya, strategi ini terus diperkuat dan menjadi budaya di sekolah, agar setiap siswa tumbuh menjadi pribadi yang tidak hanya pintar, tetapi juga bijak dan siap menghadapi masa depan,” pungkasnya.


• Dispy
APBD Perubahan Karawang 2025 Disepakati DPRD Dan Eksekutif, Belanja Hanya Naik 4,91 Persen

APBD Perubahan Karawang 2025 Disepakati DPRD Dan Eksekutif, Belanja Hanya Naik 4,91 Persen


Jabarexpose id - Karawang | Setelah melalui pembahasan panjang dan alot, Pemerintah Kabupaten Karawang bersama DPRD akhirnya menyepakati Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD-P) 2025. 

Dalam rapat paripurna yang digelar Rabu pagi, 27 Agustus 2025, Bupati Karawang Aep Syaepuloh dan DPRD resmi menyetujui penambahan belanja daerah sebesar 4,91 persen dari APBD Murni tahun ini.

Sebelumnya, eksekutif sempat mengusulkan kenaikan belanja sebesar 5,47 persen dalam draft Rancangan APBD-P. Namun, usulan tersebut direvisi dan disepakati lebih rendah dalam sidang paripurna. 

Alasan penurunan tidak dijelaskan secara rinci, namun diketahui sempat terjadi defisit dalam rancangan awal perubahan anggaran.

Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Karawang, Natala Sumedha, mengungkapkan bahwa defisit sempat muncul dalam dokumen Perubahan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2025. Nilainya mencapai Rp 87,9 miliar.

“Setelah kami bahas cukup alot dengan TAPD dan rekan-rekan di setiap OPD, akhirnya angka defisit itu sudah ‘zero’ dan bisa kita paripurnakan hari ini,” kata Natala tanpa merinci nominal defisit selama pembahasan RAPBD Perubahan.

Pada saat belanja daerah masih diusulkan naik 5,47 persen, nilai penambahan mencapai Rp 331,1 miliar. Setelah revisi, total anggaran belanja dalam APBD-P 2025 diproyeksikan menjadi lebih dari Rp 6,3 triliun.

Untuk menopang kebutuhan belanja tersebut, pemerintah menargetkan pendapatan daerah naik 1,25 persen dari APBD Murni 2025, menjadi Rp 5,8 triliun lebih. Angka ini pun lebih kecil dari usulan awal kenaikan pendapatan sebesar 4,30 persen.

Kekurangan antara pendapatan dan belanja akan ditutup melalui sumber pembiayaan netto. Bupati Aep menyebut, target pembiayaan netto tahun ini dipatok naik signifikan hingga 82,92 persen, atau setara dengan Rp 460,5 miliar.

Langkah penyesuaian ini dinilai penting demi menjaga keseimbangan fiskal di sisa tahun anggaran yang hanya tinggal empat bulan lagi.


• red
Bupati Aep Tindak Cepat Keluhan Warga, Drainase di Kecamatan Klari Langsung Dikeruk

Bupati Aep Tindak Cepat Keluhan Warga, Drainase di Kecamatan Klari Langsung Dikeruk


Jabarexpose.id - Karawang | Usai menuntaskan kegiatan Pelayanan Terpadu (Paten) 2025 di Kecamatan Klari pada Selasa (26/8/2025), Bupati Karawang H. Aep Saepulloh, SE., langsung bergerak cepat merespons keluhan warga terkait banjir yang kerap melanda wilayah tersebut.

Dalam rapat minggon tingkat Kecamatan Klari yang digelar beriringan dengan kegiatan Paten, masyarakat menyampaikan sejumlah persoalan, salah satunya mengenai luapan air dan banjir di sejumlah titik akibat saluran air yang tersumbat.

Mendengar langsung keluhan tersebut, Bupati Aep tak menunggu lama. Ia segera menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Karawang untuk melakukan pengerukan dan pembersihan saluran air atau drainase.

"Langkah cepat ini penting untuk mencegah banjir yang bisa mengganggu aktivitas warga, apalagi menjelang musim hujan yang lebih intens," tegas Bupati.

Pengerukan dilakukan mulai dari jalur utama Jalan Klari Desa Duren, area sekitar Puskesmas Klari, hingga ke depan Kantor Pemerintahan Kecamatan Klari.

Plt Camat Klari, Dudi Alexsandri, S.ST.P., menjelaskan bahwa curah hujan yang tinggi dalam beberapa waktu terakhir menjadi penyebab utama luapan air. Kondisi ini diperparah oleh banyaknya sampah yang terbawa arus dan menyumbat saluran.

“Gumpalan-gumpalan sampah menutup aliran air. Akibatnya, air meluap dan menyebabkan genangan bahkan banjir di beberapa titik,” jelas Dudi saat mendampingi petugas DPUPR melakukan pengerukan saluran, Rabu (27/8/2025).

Dudi menambahkan bahwa secara teknis, saluran air di pemukiman dan tepi jalan di Kecamatan Klari telah memenuhi standar—dengan lebar sekitar 50 cm. Namun, efektivitas saluran tersebut terganggu karena tersumbat oleh sampah dan tidak tertangani dengan baik.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan, terutama ke saluran air.

“Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat sangat penting agar masalah banjir bisa diatasi secara menyeluruh dan berkelanjutan,” tutupnya.


OCA

Tuesday, August 26, 2025

Proyek RTH Telagasari Baru Dimulai Sudah Disorot, Pelaksana: “Tunggu Hasilnya Dulu”

Proyek RTH Telagasari Baru Dimulai Sudah Disorot, Pelaksana: “Tunggu Hasilnya Dulu”


Foto : Ruang Terbuka Hijau Kecamatan Telagasari Karawang.

Jabarexpose.id - Karawang | Komitmen Pemerintah Kabupaten Karawang dalam memperluas Ruang Terbuka Hijau (RTH) demi kualitas lingkungan dan kesejahteraan masyarakat terus ditunjukkan melalui berbagai program strategis. 

Salah satunya adalah pembangunan taman atau RTH di Kecamatan Telagasari yang saat ini sedang dalam tahap pelaksanaan. 

Namun, proyek yang seharusnya menjadi langkah positif tersebut justru mendapat sorotan tajam dari sejumlah pihak, termasuk media lokal.

Proyek pembangunan RTH Telagasari yang dilaksanakan oleh CV Kautsar Pratama Raya dan berada di bawah naungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Karawang, dinilai oleh sebagian kalangan "menimbulkan tanda tanya besar" terkait kelayakan dan kualitasnya. 

Padahal, proyek senilai Rp439.705.000 yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2025 itu baru saja dimulai dan masih jauh dari masa penyelesaian.

Menanggapi hal tersebut, Adin Muhidin Karimi, pelaksana pembangunan RTH Telagasari, angkat bicara. Ia menyayangkan munculnya berbagai spekulasi dan penilaian negatif terhadap proyek yang belum sepenuhnya berjalan.

 "Ada pemberitaan dari media lokal yang menyoroti proyek ini hanya dari tumpukan batu bata dan adukan semen. Bahkan disebut belum tampak arah penataannya. Padahal, masa pelaksanaan proyek ini adalah 90 hari kalender dan baru saja dimulai," ujar Adin saat diwawancarai media ini, Selasa (26/8).

Sorotan Media Dinilai Prematur

Adin menilai bahwa kritik yang terlalu dini justru dapat menyesatkan opini publik. Ia menjelaskan, proyek ini bukan proyek asal-asalan, karena semua sudah melalui tahap perencanaan yang matang oleh konsultan profesional dan Dinas terkait.

 "Kalau berbicara soal desain dan konsep, semuanya sudah dihitung dan disiapkan sejak awal. Ini bukan proyek coba-coba. Segala prosesnya telah melalui mekanisme perencanaan yang sesuai dengan prosedur, lengkap dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan papan proyek yang jelas terpasang di lokasi," tegasnya.

Ia juga membantah tudingan yang menyebut proyek ini minim transparansi. Adin menilai, publik seharusnya menunggu hingga proyek selesai untuk memberikan penilaian yang objektif.

 "Kalau ada yang bilang proyek ini sekadar formalitas untuk menyerap anggaran, itu tudingan yang sangat tidak berdasar. Proyek ini jelas tujuannya, ada manfaatnya, dan hasil akhirnya bisa langsung dirasakan masyarakat," tambahnya.

RTH: Fasilitas Ramah Anak dan Masyarakat

Lebih jauh, Adin menjelaskan bahwa pembangunan RTH Telagasari bukan hanya sekadar membangun taman. Konsepnya tentunya sudah dirancang agar dapat memenuhi berbagai kebutuhan masyarakat, termasuk sarana ramah anak.

 "Nantinya taman ini akan dilengkapi dengan jalur pejalan kaki, tempat duduk, fasilitas olahraga ringan, dan area bermain anak. Jadi bukan hanya tempat hijau, tapi juga tempat berkumpul, bersosialisasi, dan bermain bagi anak-anak," katanya.

Pembangunan RTH juga sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam menyediakan ruang publik yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang anak.

"Keberadaan taman ini akan menjadi bagian dari pemenuhan hak anak untuk memiliki ruang bermain yang layak dan aman. Ini selaras dengan visi Kabupaten Karawang yang ramah anak," tambahnya.

Ajakan untuk Mendukung dan Mengawasi Bersama

Menutup pernyataannya, Adin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung proyek RTH ini demi kemajuan lingkungan dan kualitas hidup warga Kecamatan Telagasari.

 "Mari kita kawal bersama, bukan dengan prasangka, tapi dengan partisipasi positif. Tunggu hingga pekerjaan selesai, baru kita nilai. Kritik itu sah-sah saja, tapi harus pada tempat dan waktunya," pungkas Adin.

Dengan adanya pembangunan RTH ini, diharapkan warga Telagasari akan segera memiliki ruang terbuka hijau yang representatif, multifungsi, dan membawa manfaat nyata bagi lingkungan serta kehidupan sosial masyarakat.


• Red